Kelompok : Pelajaran - Bahasa Indonesia - PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN YANG MENYENANGKAN
10-01-2012 07:14:13 #0
Dra. I. Mufidah, M.Pd

UserID: viemufidah@gmail.com
Pelajaran: Bahasa Indonesia
Sekolah: SMA Negeri 11 Surabaya
Post: 24
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN YANG MENYENANGKAN

VIDIO KLIP  “KU TETAP MENANTI, nikita willy”


 SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN     PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS XII


 


Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat berkomunikasi antarmanusia. Untuk itu kemampuan berbahasa bagi sesorang merupakan kemampuan terpenting. Karena bahasa dipergunakan sebagai sarana berhubungan dengan dunia luar dan mengaktualisasikan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat.    


Melihat pentingnya bahasa bagi seseorang, maka melalui pembelajaran bahasa Indonesia, para siswa diharapkan tidak hanya mengetahui teori tentang bahasa tetapi mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Hal itu sesuai dengan lima aspek keterampilan berbahasa yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara keterampilan membaca, keterampilan menulis, dan keterampilan sastra.


Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Kompetensi menulis merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa. Melalui keterampilan menulis, ide, dan gagasan yang telah dimiliki siswa dapat dituangkan. Keterampilan menulis ini harus dilakukan melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur. (Tarigan, 1986:4). Menurut Tarigan (1982:21) menulis adalah menurunkan atau meuliskan lambang-lambang atau grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dapat dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut. Tujuan pembelajaran menulis adalah : (1) memberitahukan atau mengajar ; (2) menghibur atau menyenangkan ; (3) meyakinkan ; (4) mengutarakan atau mengekspresikan perasaan, emosi yang berapi-api (Tarigan, 1982:23)


Satu di antara jenis pembelajaran menulis, adalah pembelajaran menulis narasi. Narasi merupakan bentuk karangan yang berusaha menggambarkan sejelas-jelasnya kepada pembaca tentang tokoh, suatu peristiwa, dan suatu hal dalam bentuk paparan atau uraian. Bentuk karangan narasi pada umumnya lebih disukai siswa karena karangan narasi dapat dijadikan sebagai sarana siswa dalam mengembangkan ide-ide kreatif dan imajinatifnya dalam bentuk karya tulis.


Namun berdasarkan hasil observasi guru, kemampuan menulis  siswa kelas XII, seringkali menjadi kondisi yang  memprihatinkan. Hasil tulisan/karangan siswa masih banyak kekurangan. Kondisi ini disebabkan karena siswa merasa malas dan tidak serius saat pembelajaran menulis di sekolah. Siswa merasa tidak tertarik atau bahkan tidak tahu hal yang seharusnya dilakukan pada saat pembelajaran menulis.


Faktor kekurangberhasilan siswa dalam pembelajaran menulis disebabkan oleh beberapa hal, antara lain factor siswa dan guru. Pembelajaran menulis membutuhkan waktu yang lama sehingga siswa merasa jenuh. Sebelum memulai pembelajaran menulis, telah terjadi rasa penolakan dalam diri siswa, sehingga pembelajaran berlangsung dalam suasana yang penuh keterpaksaan.


 Penyebab kekurangberhasilan pembelajaran menulis dari fihak guru, ditengarai karena guru kurang memberikan informasi dan penggunaan model-model pembelajaran menulis yang menarik. Selain itu kurangnya variasi guru dalam pembelajaran menulis, sehingga pembelajaran berlangsung secara monoton. Suyatno (2004:5) mangatakan bahwa pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia semestinya menjadi sebuah pembelajaran yang menarik bagi siswa, tetapi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia hanya pembelajaran yang bersifat monoton dan membosankan. Selama ini pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia masih bersifat tradisional, siswa dianggap sebagai objek bukan sebagai subjek pembelajaran. Sistem pendidikan yang ada selama ini ibarat sebuah bank. Peserta didik diberikan pengetahuan agar kelak mendatangkan hasil yang berlipat-lipat.


Keberhasilan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia sangat ditunjang oleh peranan guru sebagai pengajar dan pendidik yang sangat dekat dengan siswa. Peran guru sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Seorang guru tidak hanya mentransfer ilmunya saja melainkan guru juga harus pandai memilih dan menggunakan metode pembelajaran serta media pembelajaran yang sesuai agar siswa dapat terlibat secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran.  Untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran yang baik, guru harus dapat melaksanakan proses belajar mengajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa yang memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan kejelian guru dalam memilih media belajar yang tepat agar dapat membantu dalam meningkatkan hasil belajar yang optimal


Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peranan guru semakin berkembang. Sehingga harus diakui, bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar, melainkan hanya berperan sebagai fasilitator. Sebagai fasilitator guru harus pandai memilih dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan tema dan usia siswa didik. Satu di antara media yang dapat digunakan dalam pembalajaran menulis karangan narasi stau cerpen adalah video klip lagu.


Dengan bantuan teknik menyimak video klip lagu, akan memudahkan siswa menemukan kronologis peristiwa dan membangkitkan imajinasi siswa sesuai dengan peristiwa dalam video klip lagu. Peristiwa yang diperoleh siswa dari hasil menyimak video klip lagu dapat dijadikan sebagai gagasan siswa dalam penulisan cerita pendek. Siswa akan mudah mengaitkan peristiwa video klip lagu dengan peristiwa yang berasal dari pengalaman siswa sendiri atau pengalaman teman sebagai dasar untuk menulis cerita pendek.


Selama ini menulis cerpen bagi siswa tidaklah mudah, apa lagi siswa dituntut untuk segera menyelesaikannya. Siswa selalu bingung mencari judul cerpen apa lagi bila guru tidak menetapkan tema dari cerpen yang harus ditulis, bahkan kurang dapat mengembangkan ide yang mana ide tersebut dituangkan ke dalam bentuk cerita. Ide dapat diperoleh dimana saja, seperti kisah orang lain, lingkungan sekitar atau bahkan kehidupan sendiri. Namun siswa tetap merasa kesulitan.


Biasanya dalam pembelajaran menulis cerita pendek, guru hanya menjelaskan ciri-ciri cerpen atau hanya sekedar menganalisis unsure intrinsic cerita pendek. Kemudian menyuruh siswa untuk membuat cerpen. Memang, mata pelajaran menulis cerpen dapat dikategorikan sebagai mata pelajaran yang sulit dituangkan, dan dipadatkan isi pikiran, sehingga cenderung membosankan bagi siswa. Keengganan siswa pada kegiatan menulis cerpen salah satunya adalah kurangnya metode, teknik juga media dalam kegiatan belajar-mengajar dan sulitnya menuangkan ide menjadi sebuah cerpen, yang mengakibatkan siswa kurang kreatif.


Kesulitan siswa tampak pada saat menentukan tema, mengembangkan dan menuangkan ide karena kurangnya diksi yang dimiliki serta mengawali dan mengakhiri cerita. Guru juga mengalami kebingungan dalam memberikan media yang dapat mengatasi permasalahan siswa ketika menulis cerpen, dan membuat materi menulis cerpen menjadi materi yang menyenangkan.


Dengan menggunakan media video klip lagu, siswa akan lebih tertarik dan pembelajaran akan berlangsung dengan menyenangkan. Siswa tidak lagi kebingungan mencari ide cerita. Cukup dengan menyimak syair lagu dan mengaitkan dengan peristiwa sewhari-hari, siswa akan terangsang untuk mendapatkan ide cerita dan mengembangkannya sebagai cerita pendek yang menari.


Media video klip lagu “Ku Tetap Menanti”  yang dinyanyikan oleh Nikita Willy menjadi media utama yang digunakan guru untuk memancing ide siswa dalam menulis cerita pendek.  Lagu “Ku Tetap Menanti” adalah satu di antara lagu yang tidak asing lagi bagi siswa. Karena lagu ini berada di puncak tangga lagu-lagu pop Indonesia. Video klip lagu “Ku Tetap Menanti” yang dinyanyikan oleh Nikita Willy,  selain bisa menghibur hati, syair lagu ini merupakan ekspresi dari sesuatu yang dirasakan oleh seseorang. Kisah yang tersirat dalam  lirik lagu dapat merangsang siswa dalam mengembangkan imajinasi siswa dalam mengawali dan mengakhiri cerita.


Dengan tidak asingnya lagu pilihan guru, diharapkan dapat lebih menarik perhatian siswa terhadap video klip lagu, sehingga akan membantu siswa dalam membangkitkan daya imajinasi dan memudahkan siswa dalam menulis cerita pendek


DAFTAR PUSTAKA


Aminnudin. 2002. Pengantar apresiasi : Karya Sastra. Bandung : Sinar Baru Alsindo.


Arsyad, azhar. 2008. Media pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.


Depdikbud. 2005. Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta : balai pustaka.


Dino, dkk. 2003. Larik-larik. Bandung. Mlc.


Duniamu.2008. Definisi Cerpen. (online) tersedia : http: // ortipulang. Blogspot.com/2008/09/ definisi-cerpen. Html / (24 januari 2009)


http: //id.wikipedia.org/diakses pada tanggal 11 Februari 2011.


Komaidi, didik. 2007. Aku bisa menulis. Yogyakarta: Sabda Media.


Layun rampan, korrie.1995. dasar-dasar penulisan cerita pendek. Flores. Nusa indah.


Mahayana, maman s. 2008. Bahasa Indonesia kreatif. Jakarta : Penaku.


Purnomo, unang hadi. 2002. Jurnal Genteng Kali Vol.4 No.3 dan 4, Penelitian Tindakan         Kelas : Peningkatan Kemampuan Mengembangkan Gagasan Dalam Wacana Narasi     Dengan Strategi Menulis Terbimbing (Smt) Siswa Kelas 1 Sltp Kembangbahu       Lamongan.


Sadiman, Arif. Dkk. 1996. Media Pendidikan Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.


Suharsemi, Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta.   Rieneka Opta.


Suntari. 2003. Pembelajaran Menulis. Materi Diklat Guru Bahasa Indonesia SLTP Jawa          Timur. Surabaya : Bpg Jawa Timur.


Suyatno. 2004. Teknik Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia : Sic


Tarigan, Henri Guntur. 1994. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung :       PT. Angkasa.


Thoha,Kh. Zainal Arifin. 2009. Aku Menulis Maka Aku Bisa. Yogyakarta : Kutub       Wacana.


Ula, Tajul.2009. Skripsi Tidak Diterbitkan. Penerapan Teknik Copy The Master Dalam            Pembelajaran Menulis Cerpen Siswa Kelas X-3 SMA Negeri 1 Torjan Sampang          Madura Tahun Pembelajaran 2008/2009. Surabaya : Unesa


Wiyanto, Asul. 2005. Kesusastraan Sekolah: Penunjang Pembelajaran Bahasa Indonesia          Smp Dan Sma. Jakarta: Grasindo.


Www.Bpgupg.Org.Id/ Diakses Pada Tanggal 3 Mei 2009

 1
15-01-2012 15:30:25 #1
Mas Bams  

UserID: bambangsknt
Pelajaran: Bahasa Indonesia
Sekolah: SMA Muhammadiyah 4
Post: 7
:: IDE KREATIF

Ide menggunakan video klip menjadi materi pembelajaran menulis sangat menarik dan dapat dijadikan salah satu alternatif agar pembelajaran bahasa Indonesia teutama menulis tidak menjadi momok yang menakutkan siswa. Pengalaman pribadi menunjukkan bahwa mengarang atau menulis selalu menjadi materi yang "tidak membuat siswa bergembira". Berbagai ekspresi mereka munculkan sebagai bentuk penolakan. Berbagai sebab, diantaranya adalah kemampuan siswa yang masih rendah dalam menuangkan ide berupa karangan.