Kelompok : Pelajaran - Bahasa Indonesia - Mengenal Bangun Datar Melalui Cerita Bergambar
28-10-2013 09:22:08 #0
Dra. I. Mufidah, M.Pd

UserID: viemufidah@gmail.com
Pelajaran: Bahasa Indonesia
Sekolah: SMA Negeri 11 Surabaya
Post: 24
Mengenal Bangun Datar Melalui Cerita Bergambar

Mengenal Bangun Datar Melalui Cerita Bergambar


Sebagai Hasil Workshop Belajar Matematika melalui Cerita


(IGI)


Oleh Dra. I. Mufidah, M.Pd








  

 


“Hai…!!! Perhatian!! Perhatian!!                                        


Lihat … Sicantik jelita sedang berkacak pinggang!!


Alangkah cantiknya dia dengan posisi tangan berkacak


pinggang!!” teriak segitiga saat ia melihat seorang


putri yang sedang berkacak pinggang di halaman


rumahnya. “Tahukah kalian bentuk apa yang tergambar


saat Si cantik jelita berkacak pinggang? Teriak segitiga


lagi. Namun yang terdengar hanya kicauan burung.


“Yah …  itulah kalian, otak kalian tumpul, sehingga tidak bisa  berfikir atau membayangkan suatu bentuk sedikitpun. Atau ketumpulan otak kalian itu sebagai wujud dari bentuk kalian ya? lanjut segitiga dengan sinis. Nih lihatlah diriku.       Aku terdiri atas tiga sudut yang lancip, ini menunjukkan             ketajaman otakku.  Sehingga akulah yang terpandai di antara                      kalian”, kata segitiga                        menyombong kan dirinya.


“Hai segitiga, gak usah terlalu menyombongkan dirimu! Kamu kan hanya mempunyai tiga sudut saja.Nih lihat aku, aku mempunyai empat sudut yang besarnya sama. Tahukan apa artinya? Itu berarti aku lebih pandai dan lebih sempurnah dibanding kamu”, teriak persegi tak kalah sengit.


 


“Ya iya sih, memang kamu mempunyai empat sudut, tapi … bentukmu jarang dimanfaatkan manusia,” bantah segitiga.


“Enak aja, siapa bilang bentukku jarang diman


faatkan manusia?  Apa kamu gak tahu bentuk sisi


rumah, alas meja, alas tidur, lantai dan masih banyak lagi, mereka memanfaatkan bentukku yang rata dan datar!”


teriak persegi tak mau kalah.


Persegi panjang yang dari tadi barada di bawah


pohon yang rindang, hanya terdiam mendengar


kan dua temannya yang berdebat  menunjukkan


keunggulan diri  masing-masing.


 


 


Tiba-tiba dari padang yang luas itu muncullah lingkaran. Dengan riang gembira lingkaran menggelindingkan dirinya ke segala arah yang disukai. Segitiga, persegi, dan persegi panjang takjub melihat kehebatab lingkaran yang bias menggelinding ke segala arah. Dengan senyum bijaknya, lingkaran berhenti di tengah teman-temannya.


“Hai kawan!!” Sapa lingkaran


dengan ramah. Apa sih yang kalian perdebatkan? Kehebatan kalian atau kekurangan kalian? Mustinya kalian harus menyadari, bahwa di antara kita tidak ada yang sempurnah. Sehingga kita tidak perlu bertengkar hanya karena ingin menyombongkan diri. Sebagaimana diriku, kalian kagum melihat kelebihanku, tapi kalian kan tidak tahu kekuranganku? Aku sama dengan kalian, sama-sama mempunyai kekurangan. Nah kalu begitu buat apa kita bertengkar atau saling mengejek? Apa tidak sebaiknya kita bersatu saja untuk saling mengisi kekurangan kita dan membentuk sesuatu yang bermanfaat?” Kata lingkaran dengan bijaksana.


“Benar itu kawan!” teriak persegi panjang membenarkan ucapan lingkaran. Kalau kita bertengkar, kita tidak akan bermanfaat baik bagi diri kita sendiri apalagi bagi orang lain. Ayo bagaimana kalau kita bersatu? Ujar persegi panjang lebih lanjut.


Setelah berfikir beberapa saat, mereka menyetujui saran persegi panjang dan lingkaran. “Ok! Ok! Mari kita bersatu dan meniru bentuk benda! Teriak persegi.


“Ya ayo! Ayo kita mulai sekarang! Kita mulai bermain


sambil belajar! Sahut segitiga.


“Hai kawan, sebaiknya kamu berada di atasku! Bentuk


mu yang bundar, sangat pas menjadi tiruan kepala”,


kata persegi.     


“Benar! Benar kawan! Naiklah kamu ditubuh persegi, dan


aku  akan berada di bawah persegi, menjadi  penyanggah


atau kaki”, sahut persegi panjang.


“Hebat! Hebat! Kawan-kawanku hebat!” teriak segitiga


dengan gembira. Aku akan melengkapi  kalian.


Aku akan berada di sisi kanan dan kiri kalian. Seperti ini…


 


 












 
   

 


 


 


 


 


 


 


 


Asyikkkk… lihat kawan, kalau kita bersatu seperti ini, kita seperti sebuah robot ya? Teriak segitiga dengan riang. Ya benar, kita seperti sebuah robot. Robot yang amat keren, robot yang akan membasmi kesombongan di muka bumi ini. Sehingga akan tercipta kedamaian di bumi tercinta’” sahut lingkaran.


“Benar! Setuju! Setuju! Teriak mereka dengan gembira.


“Kawan, apa kita hanya bisa menjadi robot saja ya? Apa kita tidak bisa menjadi bentuk yang lain?” Tanya segitiga.


“Ya pasti bisalah! Dengan bersatu kita bisa meniru beraneka bentuk benda. Kalau tidak percaya, mari kita tanyakan pada adik-adik pembaca!” Jawab lingkaran.


“Adik-adik bentuk apa yang bisa kalian buat dari kami (lingkaran, persegi, persegi panjang, dan segitiga?”


 


 


Mengenal Bangun Datar Melalui Cerita Bergambar


Sebagai Hasil Workshop Belajar Matematika melalui Cerita


(IGI)












 
   

 


 


                












 
   

 


 


 























       
   
     
 

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


“Hai…!!! Perhatian!! Perhatian!!                                        


Lihat … Sicantik jelita sedang berkacak pinggang!!


Alangkah cantiknya dia dengan posisi tangan berkacak


pinggang!!” teriak segitiga saat ia melihat seorang


putri yang sedang berkacak pinggang di halaman


rumahnya. “Tahukah kalian bentuk apa yang tergambar


saat Si cantik jelita berkacak pinggang? Teriak segitiga


lagi. Namun yang terdengar hanya kicauan burung.


“Yah …  itulah kalian, otak kalian tumpul, sehingga tidak bisa  berfikir atau membayangkan suatu bentuk sedikitpun. Atau ketumpulan otak kalian itu sebagai wujud dari bentuk kalian ya? lanjut segitiga dengan sinis. Nih lihatlah diriku.       Aku terdiri atas tiga sudut yang lancip, ini menunjukkan             ketajaman otakku.  Sehingga akulah yang terpandai di antara                      kalian”, kata segitiga                        menyombong kan dirinya.


“Hai segitiga, gak usah terlalu menyombongkan dirimu! Kamu kan hanya mempunyai tiga sudut saja.Nih lihat aku, aku mempunyai empat sudut yang besarnya sama. Tahukan apa artinya? Itu berarti aku lebih pandai dan lebih sempurnah dibanding kamu”, teriak persegi tak kalah sengit.


 


“Ya iya sih, memang kamu mempunyai empat sudut, tapi … bentukmu jarang dimanfaatkan manusia,” bantah segitiga.


“Enak aja, siapa bilang bentukku jarang diman


faatkan manusia?  Apa kamu gak tahu bentuk sisi


rumah, alas meja, alas tidur, lantai dan masih banyak lagi, mereka memanfaatkan bentukku yang rata dan datar!”


teriak persegi tak mau kalah.


Persegi panjang yang dari tadi barada di bawah


pohon yang rindang, hanya terdiam mendengar


kan dua temannya yang berdebat  menunjukkan


keunggulan diri  masing-masing.


 


 


Tiba-tiba dari padang yang luas itu muncullah lingkaran. Dengan riang gembira lingkaran menggelindingkan dirinya ke segala arah yang disukai. Segitiga, persegi, dan persegi panjang takjub melihat kehebatab lingkaran yang bias menggelinding ke segala arah. Dengan senyum bijaknya, lingkaran berhenti di tengah teman-temannya.


“Hai kawan!!” Sapa lingkaran


dengan ramah. Apa sih yang kalian perdebatkan? Kehebatan kalian atau kekurangan kalian? Mustinya kalian harus menyadari, bahwa di antara kita tidak ada yang sempurnah. Sehingga kita tidak perlu bertengkar hanya karena ingin menyombongkan diri. Sebagaimana diriku, kalian kagum melihat kelebihanku, tapi kalian kan tidak tahu kekuranganku? Aku sama dengan kalian, sama-sama mempunyai kekurangan. Nah kalu begitu buat apa kita bertengkar atau saling mengejek? Apa tidak sebaiknya kita bersatu saja untuk saling mengisi kekurangan kita dan membentuk sesuatu yang bermanfaat?” Kata lingkaran dengan bijaksana.


“Benar itu kawan!” teriak persegi panjang membenarkan ucapan lingkaran. Kalau kita bertengkar, kita tidak akan bermanfaat baik bagi diri kita sendiri apalagi bagi orang lain. Ayo bagaimana kalau kita bersatu? Ujar persegi panjang lebih lanjut.


Setelah berfikir beberapa saat, mereka menyetujui saran persegi panjang dan lingkaran. “Ok! Ok! Mari kita bersatu dan meniru bentuk benda! Teriak persegi.


“Ya ayo! Ayo kita mulai sekarang! Kita mulai bermain


sambil belajar! Sahut segitiga.


“Hai kawan, sebaiknya kamu berada di atasku! Bentuk


mu yang bundar, sangat pas menjadi tiruan kepala”,


kata persegi.     


“Benar! Benar kawan! Naiklah kamu ditubuh persegi, dan


aku  akan berada di bawah persegi, menjadi  penyanggah


atau kaki”, sahut persegi panjang.


“Hebat! Hebat! Kawan-kawanku hebat!” teriak segitiga


dengan gembira. Aku akan melengkapi  kalian.


Aku akan berada di sisi kanan dan kiri kalian. Seperti ini…


 


 












 
   

 


 


 


 


 


 


 


 


Asyikkkk… lihat kawan, kalau kita bersatu seperti ini, kita seperti sebuah robot ya? Teriak segitiga dengan riang. Ya benar, kita seperti sebuah robot. Robot yang amat keren, robot yang akan membasmi kesombongan di muka bumi ini. Sehingga akan tercipta kedamaian di bumi tercinta’” sahut lingkaran.


“Benar! Setuju! Setuju! Teriak mereka dengan gembira.


“Kawan, apa kita hanya bisa menjadi robot saja ya? Apa kita tidak bisa menjadi bentuk yang lain?” Tanya segitiga.


“Ya pasti bisalah! Dengan bersatu kita bisa meniru beraneka bentuk benda. Kalau tidak percaya, mari kita tanyakan pada adik-adik pembaca!” Jawab lingkaran.


“Adik-adik bentuk apa yang bisa kalian buat dari kami (lingkaran, persegi, persegi panjang, dan segitiga?”


 


 

 Last