Kelompok : Pelajaran - Mekanik Otomotif - SISTEM PENDINGIN
28-05-2011 11:06:28 #0
M. NANANG NUKMAN AMIRI

UserID: amiri
Pelajaran: Mekanik Otomotif
Sekolah: SMK MUSAKA
Post: 1
SISTEM PENDINGIN








<<<<< kembali



lanjut >>>>>



 


MODUL PEMELIHARAN/SERVIS Sistem Pendingin dan Komponen-komponennya


 


1.      Tujuan Pembelajaran Umum


a.      Memahami prinsip kerja sistem pendinginanan mesin


b.      Memahami bagian-bagian sistem pendinginan mesin dan komponen-komponennya yang perlu dipelihara/diservis.


c.      Memahami langkah kerja pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponennya..


2.      Rincian Kegiatan Belajar


 


 


 


3.      Petunjuk Belajar


 


 


 


 


 


 


 


 


PRINSIP KERJA SISTEM PENDINGIN MESIN


 


A.     TUJUAN PEMBELAJARAN


1.      Siswa dapat menjelaskan alasan diperlukannya sistem pendinginan  mesin.


2.      Siswa dapat menjelaskan 2 macam sistem pendinginan mesin.


3.    Siswa dapat menjelaskan proses pendinginan pada mesin.


 


B.    MATERI POKOK


1.      Alasan diperlukannya sistem pendingin mesin


2.      Macam-macam sistem pendingin pada mesin


3.      Proses pendinginan pada mesin


 


C.    URAIAN MATERI


1.      Alasan Diperlukannya Sistem Pendingin Mesin


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 1. Neraca panas pada mesin


 


Berdasarkan neraca panas di atas maka fungsi pendinginan pada motor menjadi penting, karena panas yang akan terserap oleh sistem pendinginan dapat mencapai 32 persen.


Bila mesin tidak didinginkan akan terjadi pemanasan yang lebih (overheating) dan akan mengakibatkan gangguan-gangguan sebagai berikut:


a.      Bahan akan lunak pada suhu tinggi. Contoh: torak yang terbuat dari logam paduan aluminium akan kehilangan kekuatannya (kira-kira sepertiganya) pada suhu tinggi (300ºC), bagian atas torak akan berubah bentuk atau bahkan mencair.


b.      Ruang bebas (clearance) antara komponen yang saling bergerak menjadi terhalang bila terjadi pemuaian karena panas berlebihan. Misalnya torak akan memuai lebih besar (karena terbuat dari paduan aluminium) daripada blok silinder (yang terbuat dari besi tuang)  sehingga gerakan torak menjadi macet.


c.      Terjadi tegangan termal, yaitu tegangan yang dihasilkan oleh perubahan suhu. Misalnya cincin torak yang patah, torak yang macet karena adanya tegangan tersebut.


d.      Pelumas lebih mudah rusak oleh karena panas yang berlebihan. Jika suhu naik sampai 250 ºC pada alur cincin, pelumas berubah menjadi karbon dan cincin torak akan macet sehingga tidak berfungsi dengan baik, atau cincin macet (ring stick). Pada suhu 500  ºC pelumas berubah menjadi hitam, sifat pelumasannya turun, torak akan macet sekalipun masih mempunyai ruang bebas.


e.      Pembakaran tidak normal. Motor bensin cenderung untuk terjadi ketukan (knocking).


 


 


 


 


 


 


Sebaliknya bila motor terlalu dingin akan terjadi masalah, yaitu:


a.      Pada motor bensin bahan bakar akan sukar menguap dan campuran udara bahan bakar m,enjadi gemuk. Hal ini menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna.


b.      Pada motor diesel bila udara yang dikompresi dingin akan mengeluarkan asap putih dan menimbulkan ketukan dan motor tidak mudah dihidupkan.


c.      Kalau pelumas terlalu kental, akan mengakibatkan motor mendapat tambahan tekanan


d.      Uap yang terkandung dalam gas pembakaran akan terkondensasi pada suhu kira-kira 50 ºC


2.      Macam-Macam Sistem Pendingin


a.      Sistem Pendinginan Udara


1)     Pendinginan oleh aliran udara secara alamiah.


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 2. Pendinginan Udara Secara Alamiah


 


 


2)     Pendinginan oleh tekanan udara


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 3. Kipas udara pada roda gila












 
 

 



 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 4. Kipas pada roda gila dengan pengarah aliran


b.      Sistem Pendinginan Air


Pada sistem ini sebagian panas dari hasil pembakaran dalam ruang bakar diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder. Oleh karena itu di luar silinder dibuat mantel air  (water jacket).  Pada sistem pendinginan air ini air harus bersirkulasi. Adapun sirkulasi air dapat berupa 2 (dua) macam, yaitu:


a.      Sirkulasi alamiah/Thermo-syphon


b.      Sirkulasi dengan tekanan


Pada sistem pendinginan air dengan sirkulasi alamiah, air pendingin akan mengalir dengan sendirinya yang diakibatkan oleh perbedaan massa jenis air yang telah panas dan air yang masih dingin (Gambar 5). Agar air yang panas dapat dingin, maka sebagai pembuang panas dipasangkan radiator (Gambar 6). Air yang berada dalam mantel air dipanaskan oleh hasil pembakaran sehingga suhunya naik, sehingga massa jenisnya akan turun dan air ini didesak ke atas oleh air yang masih dingin dari radiator. Agar pembuangan panas dari radiator terjadi sebesar mungkin maka pada sistem pendingin dilengkapi juga dengan kipas yang berfungsi untuk mengalirkan udara pada radiator agar panas pada radiator dapat dibuang atau diserap udara.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 5. Prinsip sirkulasi alamiah         Gambar 6. Sirkulasi alamiah  di mesin


 


Pada sirkulasi dengan tekanan pada prinsipnya sama dengan sirkulasi alam, tetapi untuk mempercepat terjadinya sirkulasi maka pada sistem dipasang pompa air (Gambar 7)


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 7. Sirkulasi dengan tekanan


 


3.      Proses Pendinginan Pada Mesin


Pada mesin bensin ataupun pada mesin diesel proses pendinginan tergantung pada sistem pendinginan yang digunakan. Pada pendinginan udara, panas akan berpindah dari dalam ruang bakar melalui kepala silinder, dinding silinder dan piston secara konduksi. Selanjutnya yang melalui dinding dan kepala slinder, panas akan berpindah melalui sirip-sririp (fins) dengan cara konveksi ataupun radiasi di luar silinder.


Pada pendinginan air secara alamiah, proses perpindahan panas/pendinginan melalui perubahan massa jenis air yang menurun karena panas selanjutnya air akan berpindah secara alamiah berdasarkan rapat massa sehingga terjadi sirkulasi alamiah untuk pendinginannya. Untuk mempercepat pembuangan panas pada sistem pendinginan air dipasangkan radiator. Melalui radiator ini  panas akan dibuang ke udara melalui sirip-sirip radiator. Pada pendinginan air dengan tekanan, sirkulasi akan dipercepat oleh putaran kipas pompa sehingga sirkulasi air pada sistem ini akan lebih baik.


D.    LATIHAN


1.      Jelaskan alasan utama diperlukan sistem pendinginan mesin!


2.      Apa dampak yang terjadi bila tidak terdapat sistem pendinginan yang baik? Sebutkan 3 dampak yang terjadi.


3.      Jelaskan 2 jenis sistem pendinginan pada mesin yang diketahui!


4.      Pada sistem pendinginan sepedamotor dijumpai sirip pada silindernya, Jelaskan fungsi sirip-sirip tersebut!


5.      Jelaskan fungsi pompa air pada mesin dengan sistem pendinginan air!


 


KUNCI JAWABAN :


1.      Panas yang harus dikeluarkan oleh mesin sebesar 32 persen sehingga harus memiliki sistem pendingin yang baik. Bila tidak memiliki sistem pendinginan akan terjadi panas yang berelebihan (overheating)


2.      Bila tidak ada sistem pendinginan yang baik akan menimbulkan dampak: bahan logam akan kehilangan kekuatan bahkan dapat mencair, ruang bebas antara komponen yang bergerak akan terhalang, timbul tegangan termal, dan kemampuan pelumas akan turun.


3.      Sistem pendinginan udara dan sistem pendinginan air. Sistem pendinginan udara dengan memanfaatkan aliran udara angin atau kipas. Sistem pendinginan air menggunakan sifat massa jenis air untuk sisrkulasi air secar alamiah atau dipompa.


4.      Fungsi sirip-sirip pada sepedamotor adalah untuk mempercepat pembuangan panas melalui peristiwa konveksi ke udara luar.


5.      Fungsi pompa air adalah untuk mempercepat sirkulasi air pendingin sehingga pembuangan panas melalui radiator akan cepat pula.


 


 


 


 


 


E.     RANGKUMAN


1.      Sistem pendinginan diperlukan dalam mesin bensin dan diesel dengan alasan panas pembakaran dari ruang bakar harus dikeluarkan sebesar 32 persen. Bila tidak ada sistem pendinginan yang baik akan menimbulkan dampak: bahan logam akan kehilangan kekuatan bahkan dapat mencair, ruang bebas antara komponen yang bergerak akan terhalang, timbul tegangan termal, dan kemampuan pelumas akan turun


2.      Sistem pendinginan dapat digolongkan menjadi sistem pendinginan udara (alamiah dan tekanan pompa) dan sistem pendinginan air (alamiah dan pemompaan)


3.      Proses pendinginan pada mesin berupa perpindahan panas melalui torak, silinder dan kepala silinder secara konduksi selanjutnya panas akan berpindah secara konveksi melalui sirip-sirip ke udara, sedangkan pada pendinginan air, panas akan berpindah melalui air yang bersirkulasi baik secara alamiah atau paksa. Pada sistem pendinginan air dipasangkan radiator yang berfungsi untuk mempercepat pembuangan panas ke udara.


 


F.     TUGAS


1.      Identifikasikan sistem pendinginan pada mesin yang menggunakan sistem pendinginan udara (alamiah dan fan) serta yang menggunakan sistem pendinginan air (alamiah dan pemompaan). Sebutkan pada mesin apa saja sistem pendinginan tersebut ditemui!


2.      Gambarkan sirkulasi air pendingin pada sistem pendinginan air dengan pemompaan dan jelaskan!


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


BAGIAN-BAGIAN SISTEM PENDINGIN


DAN PEMELIHARAAN SISTEM PENDINGIN


 


A.     TUJUAN PEMBELAJARAN


1.      Siswa dapat menjelaskan fungsi dan cara kerja komponen pada sistem pendingin air.


2.      Siswa dapat melakukan servis  komponen pada sistem pendingin air.


 


B.    MATERI POKOK


 


 


 


C.    URAIAN MATERI


 


Bagian-bagian sistem pendinginan air yang penting dan perlu dipelihara/diservis adalah: Radiator, Tutup radiator, Pompa air, Kipas, Katup termostat, Tangki reservoir


a.      Radiator


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 8. Konstruksi radiator


Konstruksi radiator terdiri dari:


1)     Tangki atas


Tangki atas  berfungsi untuk menampung air yang telah panas dari mesin. Tangki atas dilerngkapi dengan lubang pengisian, pipa pembuangan dan saluran masuk dari mesin. Lubang pengisian harus ditutup dengan tutup radiator. Pipa pembuangan untuk mengalirkan kelebihan air dalam sistem pendinginan yang disebabkan oleh ekspansi panas dari air keluar atau ke tangki reservoir. Saluran masuk ditempatkan agak keujung tangki atas.


 


2)     Inti radiator (radiator core)


Inti radiator berfungsi untuk membuang panas dari air ke udara agar suhu air lebih rendah dari sebelumnya. Inti radiator terdiri dari pipa-pipa air untuk mengalirka air dari tangki atas ke tangki bawah dan sisrip-sirip pendingin untuk membuang panas air dalam pipa-pipa air. Udara juga dialirkan diantara sirip-sirip pendingin agar pembuangan panas secepat mungkin. Warna inti radiator dibuat hitam agar pepindahan panas radiasi dapat terjadi sebesar mungkin. Besar kecilnya inti radiator tergantung pada kapasitas mesin dan jumlah pipa-pipa air dan sisrip-siripnya


3)     Tangki bawah


Tangki bawah berfungsi untuk menampung air yang telah didinginkan oleh inti radiator dan selanjutnya disalurkan ke mesin melalui pompa. Pada tangki bawah juga dipasangkan saluran air yang berhubungan dengan pompa air dan saluran pembuangan untuk membuang air radiator pada saat membersihkan radiator dan melepas radiator.


 


b.      Tutup Radiator


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 9. Konstruksi tutup radiator


Cara kerja katup-katup pada tutup radiator adalah sebagai berikut:


Pada saat mesin dihidupkan suhu air pendingin segera naik dan akan menyebabkan kenikan volume air sehingga cenderung keluar saluran pengisian radiator. Keluarnya air tersebut ditahan oleh katup pengatur tekanan sehingga tekanan naik. Kenaikan tekanan akan menaikkan titik didih air yang berarti mempertahankan air pendingin dalam sistem. Bila kenaikan suhu sedemikian rupa  sehingga menyebabkan kenaikan volume air yang berlebihan, tekanan air akan melebihi tekanan yang diperlukan dalam sistem. Karenya air akan mendesak katup pengatur tekanan untuk membuka dan air akan keluar melalui katup ini ke pipa pembuangan. (Gambar 10a).


Pada saat suhu air pendingin turun akan terjadi penurunan volume, yang akan menyebabkan terjadinya kevakuman dalam sistem yang selanjutnya akan membuka katup vakum sehingga dalam sistem tidak terjadi kevakuman lagi (Gambar 10b). Sistem yang menggunakan tangki reservoir, kevakuman akan diisi oleh air sehingga air dalam sistem akan tetap (Gambar 11). Bila sistem tidak menggunakan tangki reservoir maka yang masuk adalah udara.












 
 

 



 


 


 


 


 


              (a)                                               (b)


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 11. Radiator dengan tangki reservoir


 


c.      Pompa Air


Pompa air berfungsi untuk menyirkulasikan air pendingin dengan jalan  membuat perbedaan tekanan antara saluran isap dengan saluran tekan pada pompa. Pompa air yang biasa digunakan adalah pompa sentrifugal. Pompa air ini digerakkan oleh mesin dengan bantuan tali kipas (“V” belt) dan puli dengan perbandingan putaran antara pompa air dengan mesin sekitar 0,9 sampai 1,3. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengalirkan air pendingin sesuai dengan operasi mesin  (Gambar 12)


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 12. Konstruksi pompa air


 


Pompa ini terdiri dari: (a) Poros, (b) Impeller, dan (c) Water seal


d.      Kipas Pendingin


Kipas berfungsi untuk mengalirkan udara pada inti radiator agar panas yang terdapat pada inti radiator dapat dipancarkan ke udara dengan mudah. Kipas pendingin dapat berupa kipas pendingin biasa (yang diputarkan oleh mesin) atau kipas pendingin listrik. Kipas pendingin biasa digerakkan oleh putaran puli poros engkol. Poros kipas biasa sama dengan poros pompa air sehingga putaran kipas sama dengan putaran pompa.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 13. Penggerak kipas dengan motor listrik


 


Adapun cara kerja kipas pendingin listrik sebagai berikut:


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 14. Cara kerja kipas pendingin listrik


Bila suhu air pendingin dibawah 83 ºC temperature switch ON dan relay berhubungan dengan masa. Fan relay coil terbuka dan motor tidak bekerja.


Bila suhu air pendingin di atas  83 ºC, temperature switch akan OFF dan sirkuit relay ke masa terputus. Fan relay tidak bekerja, maka kontak poin merapat dan kipas mulai bekerja.


e.      Katup Termostat


Katup termostat berfungsi untuk menahan air pendingin bersirkulasi  pada saat suhu mesin yang rendah dan membuka saluran adri mesin ke radiator pada saat suhu mesin mencapai suhu idealnya. Katup termostat biasanya dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke radiator yang dimaksudkan agar  lebih mudah untuk menutup saluran bila mesin dalan keadaan dingin dan mebuka saluran bila mesin sudah panas.


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 15. Termostat tipe wax


 


Cara kerja katup termostat adalah sebagai berikut:


Pada saat suhu air pendingin rendah katup tertutup atau saluran dari mesin ke radiator terhalang oleh wax (lilin) yang belum memuai. Bila suhu air pendingin naik sekitar 80 sampai dengan 90 derajat Celcius maka lilin akan memuai dan menekan karet. Karet akan berubah bentuk dan menekan poros katup. Oleh karena posisi poros tidak berubah maka maka karet yang sudah berubah tersebut akan membawa katup untuk membuka (Gambar 16) .


 


 


 


 


 


Gambar 16. Katup termostat pada saat suhu 80-90 ºC


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 17. Termostat dengan katup by pass


 


 


 


 


 


 


         Gambar 18. Termostat dengan katup by pass pada saat dingin


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 19. Termostat dengan katup by pass pada saat panas


 


 


a.      Pemeliharaan/servis  Radiator dan tutup radiator.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 20. Bagian-bagian radiator


Pemeriksaan dan Perbaikan radiator dilakukan sebagai berikut:


1)     Pemeriksaan pipa-pipa dan bagian yang disolder pada tangki atas dan bawah dari kemungkinan bocor, kalau perlu diperbaiki atau diganti


2)     Periksa sirip dan inti radiator dan perbaiki sirip yang menghambat saluran air dengan menggunakan obene pipih (Gambar 21)


 


 












 
 

 



 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 21. Perbaikan radiator


 


3)     Bila yang tersumbat dari intinya melebihi 20 persen radiator harus diganti


4)     Periksalah slang radiator dan jika ternya rusak atau keras harus diganti


5)


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 22. Pemeriksaan tutup radiator


 


 


 


 


b.      Pemeliharaan/servis  Pompa air


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Gambar 23. Bagian-bagian Pompa air


 


c.      Pemeliharaan/servis  Termostat


Untuk menservis termostat dilakukan dengan cara: (a) membuka termostat dari sistem pendinginan, (b) memeriksa  termostat dengan cara: menaruh termostat pada  tempat yang berisi air (lihat gambar 24) . Periksalah suhu saat pembukaan katup dengan jalan manikkan suhu air sedikit demi sedikit. Termostat harus diganti bila ternyata terdapat kerusakan, (c) mamasang kembali termostat pada sistem


 


 


Gambar 24. Pemeriksaan termostat dan contoh spesifikasinya


 


D.    LATIHAN


            1.      Jelaskan fungsi dan cara kerja radiator dalam sistem pendinginan air serta alas an mengapa harus diservis.


            2.      Jelaskan fungsi dan cara kerja tutup radiator dalam sistem pendinginan air


            3.      Jelaskan fungsi dan cara kerja tangki reservoir dalam sistem pendinginan air


            4.      Jelaskan fungsi dan cara kerja kipas pendinginan serta alasan perlunya diservis.


            5.      Jelaskan mengapa pompa air perlu diservis


            6.      Jelaskan fungsi dan cara kerja termostat pada sistem pendinginan air pada mesin.


 


 


KUNCI JAWABAN :


1.      Radiator berfungsi untuk mendinginkan air atau membuang panas air ke udara melalui sirip-sirip pendinginnya. Cara kerjanya adalah membuang panas secara konveksi dan radiasi. Radiator perlu diservis karena untuk mengalirnya air pendingin dengan sirip yang sangat banyak


2.      Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan titik didih air pendingin  dengan jalan menahan ekspansi air pada saat air menjadi panas sehingga tekanan air menjadi lebih tinggi  daripada tekanan udara luar. Tutup radiator perlu diservis dari kemungkinan kebocoran perapatnya dari tekanan


3.      Pompa air berfungsi untuk menyirkulasikan air pendingin dengan jalan  membuat perbedaan tekanan antara saluran isap dengan saluran tekan pada pompa. Pompa air perlu diservis karena pompa bekerja menyirkulasikan air yang tidak boleh ada kebocoran dalam pompa.


4.      Tangki reservoir berfungsi untuk menampung air pendingin ketika terjadi kenaikan tekanan air karean suhu tinggi dalam radiator sehingga air akan meluap. Ketika suhu air pendingin turun terjadi kevakuman maka air dalam tangki reservoir akan diisap kembali ke dalam radiator.


5.      Kipas berfungsi untuk mengalirkan udara pada inti radiator agar panas yang terdapat pada inti radiator dapat dipancarkan ke udara dengan mudah. Kipas pendingin dapat berupa kipas pendingin biasa (yang diputarkan oleh mesin) dan kipas pendingin listrik yang digerakkan oleh motor listrik. Kipas perlu diservis dari kemungkinan kotor dan porosnya yang aus, serta tali kipasnya yang kendor.


6.      Katup termostat berfungsi untuk menahan air pendingin bersirkulasi  pada saat suhu mesin yang rendah dan membuka saluran dari mesin ke radiator pada saat suhu mesin mencapai suhu idealnya. Katup termostat perlu diservis dari kemungkinan tidak berfungsi secara baik.


 


 


 


E.     RANGKUMAN


1. Bagian-bagian sistem pendinginan mesin yang perlu dipelihara/diservis adalah : radiator, tutup radiator, tangki reservoir, kipas, pompa air dan termostat.


a.      Radiator berfungsi untuk mendinginkan air atau membuang panas air ke udara melalui sirip-sirip pendinginnya. Cara kerjanya adalah membuang panas secara konveksi dan radiasi. Radiator perlu diservis karena untuk mengalirnya air pendingin dengan sirip yang sangat banyak


b.      Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan titik didih air pendingin  dengan jalan menahan ekspansi air pada saat air menjadi panas sehingga tekanan air menjadi lebih tinggi  daripada tekanan udara luar. Tutup radiator perlu diservis dari kemungkinan kebocoran perapatnya dari tekanan.


c.      Pompa air berfungsi untuk menyirkulasikan air pendingin dengan jalan  membuat perbedaan tekanan antara saluran isap dengan saluran tekan pada pompa. Pompa air perlu diservis karena pompa bekerja menyirkulasikan air yang tidak boleh ada kebocoran dalam pompa.


d.      Tangki reservoir berfungsi untuk menampung air pendingin ketika terjadi kenaikan tekanan air karean suhu tinggi dalam radiator sehingga air akan meluap. Ketika suhu air pendingin turun terjadi kevakuman maka air dalam tangki reservoir akan diisap kembali ke dalam radiator.


e.      Kipas berfungsi untuk mengalirkan udara pada inti radiator agar panas yang terdapat pada inti radiator dapat dipancarkan ke udara dengan mudah. Kipas pendingin dapat berupa kipas pendingin biasa (yang diputarkan oleh mesin) dan kipas pendingin listrik yang digerakkan oleh motor listrik. Kipas perlu diservis dari kemungkinan kotor dan porosnya yang aus, serta tali kipasnya yang kendor.


f.       Katup termostat berfungsi untuk menahan air pendingin bersirkulasi  pada saat suhu mesin yang rendah dan membuka saluran dari mesin ke radiator pada saat suhu mesin mencapai suhu idealnya. Katup termostat perlu diservis dari kemungkinan tidak berfungsi secara baik.


2. Servis radiator dan tutup radiator dilakukan dari : (a)kemungkinan pipa-pipa dan bagian yang disolder pada tangki atas dan bawah dari kemungkinan bocor, (b)  kemungkinan sirip dan inti radiator yang menghambat saluran air (c) kemungkinan slang radiator yang rusak atau keras (d) pemeriksaan katup pengatur pada tutup radiator dan katup vakum dari kemungkinan pegasnya yang lemah atau dudukannya kurang rapat.


3.  Servis pompa air dari kemungkinan kotor, bocor dan aus


4. Servis pada termostat dari kemungkinan tidak bekerjanya wax pada perubahan suhu air pendingin.


 


F.     TUGAS


            1.      Identifikasikan bagian-bagian sistem pendinginan air pada  mesin yang anda temui dan sebutkan satu alasan  mengapa bagian tersebut perlu diservis!


          2.      Jelaskan alas an mengapa orang lebih suka membuka termostatnya daripada memasang pada sistem pendinginan mesin! Apa dampak yang terjadi bila termostat tidak dipasang?


            3.      Lakukan pengujian minimal 2 tutup radiator dari mesin yang berbeda dan simpulkan kondisi tutup radiator tersebut.


 


 


 


 


 


 


 


 


                                         PENUTUP


 


Rangkuman Seluruh Modul


 


BAB I PRINSIP KERJA SISTEM PENDINGIN MESIN


 


A.           Tujuan Pembelajaran Khusus


B.          Materi Pokok


C.          Uraian Materi


1.      Alasan diperlukannya sistem pendingin mesin


2.      Macam-macam sistem pendingin pada mesin


3.      Proses pendinginan pada mesin


D.          Latihan dan Kunci Jawaban


E.           Rangkuman


F.           Tugas


 


BAB II BAGIAN-BAGIAN SISTEM PENDINGIN DAN PEMELIHARAAN/SERVIS SISTEM PENDINGIN


 


A.           Tujuan Pembelajaran Khusus


B.          Materi Pokok


C.          Uraian Materi


1.      Bagian-bagian sistem pendingin air


2.      Pemeliharaan/servis sistem pendingin air


D.          Latihan dan Kunci Jawaban


E.           Rangkuman


F.          Tugas


 


 


 


 


 


 


TES AKHIR


1.      Jelaskan dengan singkat  alasan penting diperlukannya  sistem pendinginan pada mesin!


2.      Jelaskan dengan singkat perbedaan dan persamaan 2 sistem pendinginan mesin secara rinci. Dimana penerapan masing-masing sistem pendinginan tersebut digunakan!


3.      Jelaskan 4 bagian-bagian sistem pendinginan air yang perlu diservis agar terjadi pendinginan mesin yang baik!


4.      Pekerjaan apakah yang diperlukan dalam servis radiator sistem pendinginan mesin ada radiator  mesin?


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


KUNCI JAWABAN :


1.      Agar mesin tidak overheating, karena bila terjadi overheating akan  berakibat: (a) torak meleleh, (b) torak tidak dapat bergerak / macet, (c) minyak pelumas turun fungsinya


2.      Sistem pendinginan udara dan air. Perbedaannya sistem, fluida dan konstruksinya. Sedangan persamaannya membuang panas pembakaran keluar silinder


3.      Radiator, tutup radiator, pompa air dan termostat


4.      Servis radiator: pemeriksaan sambungan pipa-pipa, sirip dan kebersihan saluran


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


DAFTAR PUSTAKA


Anonim. 2004. Modul Pemeliharaan/Servis Sistem Pendingin dan Komponen-Komponennya. Deppennas.


 


 

 1
26-03-2013 09:08:01 #1
ayu septyan  

UserID: ayucantik
Pelajaran: Administrasi Perkantoran
Sekolah: sd tali suidian
Post: 5
:: bagus

Tanks infonya pak salam

Kata Motivasi :tetap semangat, jadilah guru yang hebat!!!!